Showing posts with label tingkah laku. Show all posts
Showing posts with label tingkah laku. Show all posts

Thursday, March 10, 2016

menciptakan keharmonisan keluarga


  Menciptakan keharmonisan keluarga
Salah satu bentuk yang dapat menentukan keharmonisan adalah komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal sangat penting dalam kebahagiaan hidup manusia. Komunikasi interpersonal terjadi karena adanya komunikasi antara satu dengan yang lainnya untuk menciptakan hubungan yang lebih dekat. Bentuk komunikasi interpersonal dapat terjadi dalam sebuah keluarga yang melibatkan komunikasi antara anak dan orangtua. Dilingkungan keluarga komunikasi sangat besar pengaruhnya dalam mempertahankan sebuah hubungan. Tanpa adanya komunikasi tidak akan terjadi keharmonisan keluarga.
Menciptakan keharmonisan keluarga dapat dilakukan dengan menciptakan suasana yang nyaman, perbanyak komunikasi antara orangtua dan anak, saling memahami, saling terbuka, beri dukungan penuh, dan tingkatkan kebersamaan. Mulai lah dalam hal kecil seperti makan bersama, menonton televisi bersama,tertawa bersama, ngobrol-ngobrol bersama dan saling terbuka. Berkumpul bersama dan canda tawa dengan keluarga adalah dambaan semua orang. Oleh sebab itu, lakukanlah tindakan untuk membangun kebersamaan.
Semua orang menginginkan keluarganya hidup bahagia. Menjalin hubungan yang baik tentu akan menciptakan keharmonisan keluarga. Kedekatan antara anak dan orangtua juga mempengaruhi keharmonisan keluarga. Sebagai orangtua cobalah untuk lebih sering berinteraksi dengan anak dan mendekatkan diri pada anak. Komunikasi yang baik dalam keluarga akan membuat keluarga tersebut nyaman dan tidak kaku. Banyak keluarga yang tidak harmonis disebabkan karena kurangnya kedekatan atau kebersamaan dengan keluarganya.
Waktu sangat berpengaruh pada keharmonisan keluarga. Oleh sebab itu orangtua haruslah menyisihkan waktunya untuk bersama dengan anaknya. Kesibukan orangtua biasanya akan membuat anaknya kurang perhatian, tentu itu akan membuat kurangnya kedekatan antara anak dan orangtua. Sehingga anak tersebut mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar. Seperti yang kita ketahui banyak anak yang terpengaruh dengan kenakalan remaja yang disebabkan kurangnya keharmonisan keluarga.
Perlu kita ketahui, keharmonisan keluarga juga dapat mempengaruhi keberhasilan anaknya. Dengan keluarga yang harmonis tentu semangat belajar sang anak akan meningkat. Bukan hanya mempengaruhi keberhasilan, keharmonisan keluarga juga mempengaruhi kepribadian sang anak. Anak yang tinggal didalam keluarga yang harmonis tentu memiliki tingkah laku yang baik. Dan sebaliknya jika anak yang tinggal didalam keluarga yang tidak harmonis tentu anak tersebut cenderung terlibat dengan kenakalan remaja.

peran orangtua menghadapi anak masa kini



1.      Mengetahui peran orangtua dalam menghadapi anak masa kini
Anak masa kini sangatlah berbeda dengan anak zaman 80-an. Anak zaman sekarang memiliki pola pikir yang lebih cepat dewasa. Tentu saja cara mengasuhnya berbeda dengan zaman dulu. Pada masa kini kehidupan masyarakat barat telah mempengaruhi gaya hidup remaja dalam masyarakat masa kini. Oleh karena itu, orangtua memiliki peran yang penting dalam mengawasi anak-anaknya dalam bergaul dan menuntun dalam menjalani hidup.
Anak zaman sekarang cenderung lebih manja dan banyak tuntutan. Saat ini segala kemudahan fasilitas yang didapat membuat anak menjadi manja. Sebagai orangtua, anda harus bisa menghadapinya demi masa depan anaknya. Namun, sebagai orangtua tidak dapat terlalu memanjakan anaknya, karena hal itu akan mempengaruhi tingkah lakunya. Kemajuan zaman membuat semuanya mudah untuk diakses dengan menggunakan gadget yang mereka miliki. Orangtua juga harus sering memantau apa saja aktivitas yang dilakukan anaknya dengan gadget yang ia gunakan.
Media saat ini sangat berpengaruh dengan kepribadian anak masa kini. Salah satu media yang sangat mempengaruhi perilaku anak masa kini seperti televis dan internet. Anak-anak saat ini senang menonton acara sinetron, didalam sinetron tersebut tentu terdapat tayangan tayangan yang bermesraan. Mereka akan meniru gaya pacaran yang mereka tonton disinetron. Tentu hal itu akan merusak moral anak. Bukan hanya gaya berpacaran yang mereka tiru, mereka juga akan menirukan pada dirinya dari apa yang mereka lihat dari televisi, seperti gaya berbicara, gaya berpakaian, gaya rambut dan mengikuti trend ditelevisi.
Sekarang, anak-anak masa kini lebih suka tampil layaknya orang dewasa. Dengan menggunakan kosmetik, memilih berdandan layaknya orang dewasa. Sehingga, anak masa kini yang masih dibawah umur terlihat lebih tua.  Orangtua harus bisa memantau dan mengontrol acara yang ditonton, supaya mereka tidak menonton acara yang tidak sesuai dengan umur mereka, sehingga mereka tidak terpengaruh oleh tayangan distasiun televisi.
Dengan adanya penelitian ini, maka orangtua akan mengetahui peran orangtua dalam menghadapi anak masa kini yaitu :
v  Menjaga ikatan keluargaOrangtua dan anak haruslah menghabiskan waktu bersama, agar orangtua dapat mengetahui perkembangan anaknyaa. Kebersamaan dengan keluarga sangat berharga.
v  Menjadi panutanSangat penting utuk menjadi teladan yang baik bagi anak-anak anda. Orangtua harus pintar mengatur waktunya untuk memberi contoh yang baik pada anaknya. Orangtua yang sibuk, kurang memperhatikan anaknya akan mempengaruhi perilaku anaknya.
v  Memegang nilai moral . Orangtua memiliki peran penting dalam memperbaiki sisi moral anaknya. Orangtua harus mengawasi tingkah laku anaknya.

pengarahan dalam mendidik anak



   Memberikan pengarahan dalam mendidik anak
Peranan orang tua dalam lingkungan keluarga yang penting adalah memberikan
pengalaman pertama pada masa anak anak. Dengan pengalaman pertama merupakan faktor penting dalam mempengaruhi perkembangan kepribadian anak. Keluarga merupakan salah satu agen sosilisasi terkecil dimasyarakat. Selain proses sosialisasi didalam keluarga juga berlangsung suatu proses pembentukan kepribadian dan proses pengasuhan.
Orangtua yang sadar akan pendidikan akan mencurahkan perhatiannya untuk mendidik anak agar memperoleh dasar-dasar pola pergaulan hidup yang baik dan benar dimasyarakat kelak melalui penanaman disiplin, kebebasan dan penyerasian terhadap nilai-nilai dan norma yang berlaku dimasyarakat. Pola hidup yang semakin modren menjadikan psikologi anak sekolah terutama anak SMP juga berubah. Anak SMP sekarang saat pulang sekolah bukan belajar malah lebih memilih ke mall, bermain PS dan warnet, maupun bermain bola.
Setiap anak harus mendapatkan pola asuh yang benar saat mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pola asuh yang baik menjadikan anak berkepribadian kuat, tak mudah putus asa, dan bertanggung jawab menghadapi hidup penuh dengan warna-warni hidup. Orangtua tampil sebagai panutan bagi anaknya. Orangtua harus menanamkan perilaku yang baik bagi dirinya, sehingga anaknya akan menjadi anak yang baik. Selain itu, orangtua juga harus mengontrol tingkah laku anak agar anak tidak melakukan hal-hal yang menyimpang.
Dalam mendidik anak , orangtua harus membangun rasa percaya diri anaknya dan membimbing agar tidak tergantung degan orang lain. Orangtua juga tidak boleh memaksakan kehendaknya pada anak, tidak boleh terlalu kejam karena hal ini akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi anak. Tanpa disadari sifat memaksakan kehendak pada anaknya akan mempengaruhi tingkah laku anaknya. Seharusnya orangtua dalam mendidik anaknya dengan memberikan kasih sayang, memberi pujian dan memberi semangat jika mengalami kegagalan dan sebagainya.
Mendidik anak sudah menjadi kewajiban bagi setiap orangtua. Dalam mendidik anak tentu tidakah mudah, ada hal-hal yang memang harus diberikan kepada anak dan ada pula yang tidak. Terkadang, orangtua tidak menyadari akan suatu hal yang memang seharusnya tidak baik untuk diterapkan kepada anak. Salah satunya kata melarang. Oleh sebab itu, dalam mendidik anak seharusnya orangtua tidak menerapkan pola pelarangan akan tetapi pengarahan. Jadi, berikaanlah pengarahan kepada anak bukan pelarangan. Karena sikap melarang akan memberi efek rasa takut kepada anak. Dengan pengarahan  akan memberikan kepahaman pada anak. Dengan begitu anak aktn mengerti mengapa ia tidak dibolehkan melakukan itu.